Asuransi Syariah

Asuransi syariah merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menghindari atau mengurangi kemungkinan akan musibah dengan mengambil langkah-langkah positif meskipun benar bahwa kita harus menerima apapun musibah yang menimpa kita. Ini adalah keyakinan seorang muslim bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah atas kehendak Allah. Demikian pula setiap kecelakaan atau musibah yang menimpa kita yang mengakibatkan hilangnya nyawa atau harta benda adalah dengan kehendak Allah swt.

Kalau kita lihat diantara tindakan Rasulullah saw bahwa ia mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko yaitu ketikan beliau Hijrah , ia pergi bersembunyi di gua yang nyata-nyata berbeda arah dengan tujuan sebenarnya ke Madinah sebagai suatu siasat. Beliau juga memerintahkan para sahabat untuk bermigrasi ke Madinah secara bergelombang dalam kelompok-kelompok kecil bukan dalam satu kelompok besar. Sekali lagi ini adalah untuk mengurangi risiko. Begitu juga ketika Beliau pergi ke medan perang , beliau mengenakan baju besinya bukannya mengenakan pakaian ringan. Demikian pula suatu hari Nabi saw ​​melihat seorang Badui meninggalkan unta dan ia bertanya Badui tersebut, ” kenapa Anda tidak mengikat unta Anda? ” Orang badui itu menjawab, “Aku bertawakal kepada Allah. ” Nabi berkata, ” Ikat unta Anda terlebih dahulu, kemudian bertawakallah kepada Allah. “Apa yang dilakukan Nabi saw di sini adalah mengajar seorang Badui tersebut untuk mengurangi risiko kehilangan untanya.

Sebagian ulama lebih lanjut menyatakan bahwa asuransi syariah adalah kontrak yang membawa Maslahah kepada tertanggung. Kontrak asuransi syariah menggunakan konsep Tabarru (gotong royong) sebagai bantuan dan jaminan kepada tertanggung. Dalam hal ini posisi perusahaan asuransi syariah adalah sebagai perantara yang mengumpulkan uang dari tertanggung dan kolektif mengatur bentuk bantuan kepada mereka dalam menghadapi kerugian kolektif dan biaya asuransi syariah yang dibayar tertanggung kepada perusahaan asuransi syariah adalah biaya untuk menjaga atau mengelola dana tertanggung miliknya.